Executive Summary HOT Talks! #2

Narasumber: Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS.

Kemajuan era digital yang dirasakan di semua sektor termasuk sektor kesehatan membuat perubahan besar dalam pelayanan kesehatan. Di dalam proses bisnis Kementerian Kesehatan RI, pemberdayaan SDM kesehatan dan pengelolaan data dan informasi termasuk dalam bagian proses dukungan substantif. Peran SDM dalam transformasi digital kesehatan sangatlah penting dalam mendukung pembenahan sistem pelayanan kesehatan dari hulu sampai hilir. Dalam konteks healthcare 4.0, kolaborasi transdisiplin dan perubahan mindset menjadi salah satu tantangan. Diperlukan upaya untuk mendorong SDM memanfaatkan inovasi teknologi sampai di tingkat pelayanan dan pengambilan keputusan. Di samping itu, dari sisi regulasi sedang dibangun peraturan yang adaptif dengan proses transformasi.

Proses inovasi teknologi dalam jangka waktu tertentu dapat direspon berbeda oleh setiap anggota sistem sosial. Menurut kurva difusi inovasi, pengguna inovasi atau pengadopsi dapat dibagi ke dalam kategori inovator, pengguna awal (early adopter), mayoritas awal, mayoritas akhir dan laggards atau orang yang terakhir melakukan adopsi. Kelompok laggards ini lebih bersifat skeptis, segan untuk mencoba hal baru, cenderung menghambat bahkan tertinggal sehingga perlu strategi khusus. Dukungan terhadap pengguna awal yang biasanya adalah pengambil resiko menjadi salah satu upaya keberhasilan adopsi teknologi.

Dalam menghadapi gelombang perubahan, dalam hal ini adanya proses transformasi digital di bidang kesehatan yang membutuhkan tanggung jawab besar, peran serta SDM kesehatan di berbagai level sangatlah penting. Kualitas dan kemampuan para tenaga kesehatan untuk dapat memanfaatkan dan menganalisa data kesehatan menggunakan produk inovasi digital diuji untuk dapat menghasilkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan berbasiskan data kesehatan yang akurat. Untuk mencapai hal ini, dukungan dari pimpinan sangatlah diperlukan. Pemimpin harus memiliki visi dan ide untuk pencapaian saat ini dan ke depan, pola pikir terbuka, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, adaptif dan berani menghadapi perubahan serta terus belajar, meningkatkan ilmu dan mengasah keterampilan termasuk untuk menghidupkan timnya.

Rekomendasi:

  1. Proses identifikasi SDM dalam suatu institusi, dengan mencocokkan seseorang sesuai dengan pekerjaannya (person to job fit)
  2. Dorongan pimpinan/manajemen untuk membantu SDM di instansi/fasilitas kesehatan untuk dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi
  3. Penggunaan teknologi informasi oleh SDM kesehatan yang dapat dirasakan nilai manfaatnya sehingga dapat membantu para pimpinan untuk menyusun kebijakan kesehatan yang berbasis data

Kata kunci: SDM, transformasi, inovasi, kepemimpinan

Categories: Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.