Oleh: Dimas SEW Sumunar

Swedia digolongkan sebagai salah satu negara paling inovatif di dunia. Alasan penting yang mendasari inovasi di Swedia adalah terkait model kerja sama ‘Triple Helix’ yaitu ketika akademisi, industri dan pemerintah bergabung untuk mengidentifikasi, meneliti dan mengembangkan teknologi serta layanan inovatif yang memenuhi kebutuhan bangsa.

Konsep Triple Helix dinamai dan dijelaskan oleh akademisi AS pada 1990-an, tetapi sebenarnya telah menjadi model inovasi Swedia (terutama di sektor pertahanan) sejak akhir Perang Dunia Kedua. Inti dari pendekatan Triple Helix Swedia terletak pada pemahaman bahwa inovasi berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika tiga pemangku kepentingan: pemerintah, industri, dan akademisi bergabung maka hal ini memungkinkan untuk melakukan koordinasi terkait arahan strategis, program, dan pendanaan untuk inovasi yang bermanfaat bagi seluruh pihak. Ketiga aktor berinteraksi sebagai mitra setara, mendorong ide dan menyebarkan teknologi yang menghasilkan format baru untuk produksi; memperluas basis pengetahuan dan penerapannya.

Dengan berbagi risiko dan biaya riset serta pengembangan, Triple Helix memastikan pendekatan inovasi yang hemat biaya dan berarti bahwa industri dapat menciptakan produk yang berdaya guna. Ini juga membantu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja, memperkuat dan mengkomersialkan penelitian, meningkatkan sistem dan teknik, serta meningkatkan daya saing industri. Ini adalah ‘win-win solution’ untuk setiap pihak yang terlibat.

Namun demikian di Swedia, ada tantangan baru yang harus dihadapi Triple Helix untuk menopang bangsa di masa depan. Digitalisasi pada awalnya merupakan sistem inovasi terpisah yang digerakkan oleh konsumen di luar pemerintah dan industri teknologi tinggi yang mapan. Kini pemerintah dan sektor akademik serta industri perlu menemukan cara untuk berkolaborasi dengan perusahaan digital besar seperti Google, serta perusahaan rintisan untuk memungkinkan kolaborasi lintas industri yang matang dengan tujuan berbagi teknologi baru.

Ketidakpastian geopolitik akhir-akhir ini menimbulkan tantangan lebih lanjut mengenai investasi dan kemampuan respons yang fleksibel khususnya terkait kerentanan baru dalam masyarakat digital. Triple Helix masa depan harus beradaptasi lebih cepat dan lebih adaptif dalam realitas baru, untuk memenuhi kebutuhan dan menemukan solusi dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Referensi

https://www.saab.com/newsroom/stories/2020/september/the-triple-helix-sweden-and-saabs-recipe-for-success


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.