Executive Summary HOT Talks! #4

Narasumber: Ibnu Rusdi, S.Kp, M.Kep

Pada era transformasi digital, digitalisasi tenaga kesehatan menjadi hal penting terutama bagi tenaga kesehatan khususnya tenaga perawat sebagai salah satu garda terdepan dan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan memiliki durasi waktu terlama bersama pasien muali dari layanan primer sampai rujukan. Pengembangan informatika merupakan salah satu spesialisasi yang mengintegrasikan ilmu keperawatan dengan berbagai ilmu informasi dan ilmu analitis untuk mengidentifikasi, mendefinisikan, mengelola, dan mengkomunikasikan data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan dalam praktik keperawatan.

Informatika keperawatan yang merupakan bagian sistem informasi kesehatan memiliki kajian yang spesifik  yang didasarkan pada asuhan keperawatan sebagai upaya penanganan pasien secara holistic. Informatika keperawatan akan membawa manfaat secara langsung mulai dari tahapan perencanaan sampai pada evaluasi dalam asuhan keperawatan. Informatika saat ini telah menjadi core kompetensi di profesi keperawatan terutama dengan semakain berkembangnya revolusi industry dan teknologi serta adanya pandemik yang mengondisikan profesi perawat perlu memahami sistem informasi.

Dalam konteks pendidikan, penyiapan tenaga perawat dengan kompetensi dibidang Informatika keperawatan saat ini mulai diperkenalkan pada beberapa intitusi pendidikan perawat, namun belum secara luas diadaptasi oleh semua institusi keperawatan di Indonesia. Pengenalan informatika kesehatan, dimulai dari sistem informasi keperawatan generic open source dari Kemenekes atau aplikasi open source lainnya, seperti sistem informasi dan dokumentasi asuhan keperawatan. Tantangan terbesar dalam Pendidikan informatika di keperawatan yaitu adanya hambatan dari sisi SDM ataupun dari sisi literasi. 

Di dunia Pendidikan tenaga perawat yang menguasai informatika belum banyak, tetapi kondisi saat ini mendorong institusi Pendidikan untuk menyiapkan peserta didik menguasai bidang informatika. Hal ini dimulai dari paper base test beralih menjadi computer base test seperti CBT dan e Learning. Disiasati dengan lebih intensif juga kegiatan perkuliahan yang fokus pada simrs dan sistem informatika keperawatan. Namun tenaga pengajar masih dinilai kurang, sehingga perlu ditingkatkan tenaga pengajar dari basic perawat yang menekuni bidang informatika.

Perawat informatika telah membentuk himpunan perawat informatika Indonesia sejak 2019 dibawah naungan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Meskipun belum diterima sebagai badan kelengkapan PPNI, namun himpunan perawat informatika Indonesia tetap berkarya untuk pengembangan kapasitas informatika keperawatan di Indonesia dengan mengadakan pelatihan dan webinar series rutin diadakan setiap bulan dengan kolaborasi dari berbagai pihak. Dari sudut pandang himpunan informatika keperawatan dalam mendukung penggunaan sistem informasi di fasilitas kesehatan telah terdapat mekanisme dari masing-masing intitusi untuk memperkuat kaapasitas informatikan keperawatan, misalkan selalu diadakan pelatihan seperti pelatihan SIMRS atau rekam medis elektornik untuk perawat di rumah sakit. peningkatan literasi digital untuk perawat juga dengan dilaksanakannua pelatihan penggunaan aplikasi dari Kementerian kesehatan terutama yang digunakan dilapangan (sekitar 12 aplikasi). Informatika keperawatan semakin berkembang dengan adanya inovasi digital keperawatan di Indonesia dan digital literasi menjadi kunci, diwujudkan dengan adanya berbagai pelatihan, seminar, maupun pameran digital seperti metaverse expo dan webinar forum perawat yang diinisiasi oleh himpunan perawat informatika Indonesia.

Kata kunci: keperawatan, informatika, literasi digital

Categories: Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.